Elegi Cintaku

Hmm.. aku cantik, semua orang juga mengakuinya, pakaianku bagus, rapih, tentu saja aku harus berpenampilan sebaik mungkin. Aku seorang CEO sebuah perusahaan terkemuka di negeri ini. Cerdas dengan indra yang sangat tajam. Semua orang memujaku, kaum hawa selalu merasa iri padaku dan kaum adam selalu selalu berusaha menarik perhatianku. Aku mengakui semua kelebihan fisik yang aku miliki. Apa salah kalau aku memuja diriku? Tentu saja tidak bukan? Aku tersenyum pada bayangan di cermin berukuran besar di kamarku yang luas. Mengamati diri sendiri, ini ritualku setiap pagi. Mencari celah kesalahan kecil yang mungkin aku lakukan. – Next yach…>

Advertisements

Ketika Hujanpun Turun

Hembusan angin menerpa wajahku, ah.. dingin sekali udara sore ini pikirku. Seperti yang sudah-sudah aku kembali terpaku ke layar monitor computer kantorku. Sebentar lagi waktu menunjukkan pukul lima sore, dan itu juga berarti waktunya pulang ke rumah. Kembali ke peraduanku lagi. Rumah.. ah sungguh berbeda arti kata itu sekarang bagiku. Ku arahkan pandangan ke sekililingku saat ini, semua orang sedang bersiap-siap menutup file dan mematikan computer, beberapa orang bahkan sudah memakai jaket dan memegang tas masing-masing.

 

Sungguh ironi mengatakan arti sebuah rumah saat ini untukku. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun demi tahun yang aku lewati berharap arti sebuah rumah sesuai dengan impian masa mudaku dulu – Next Yeee…>

Engkau Ada

Sungguh tak pernah kusangka sebelumnya, bukan berarti aku tidak pernah menduganya sebelum ini. Hanya saja ternyata rasanya tetap membuatku berdebar dan perutku bergejolak sakit. Rasanya seperti meluncur dari ketinggian yang begitu curam, kucoba mengerjapkan mataku, menahan segala rasa frustasi yang aku rasakan malam ini. Ah… bram akhirnya setelah sekian tahun keberadaan mu di sisiku, semua uluran tangan yang kau berikan padaku tiba juga hari ini, hari di mana kau menagih semua janji, bukan berarti aku pernah menjajikan apapun padamu. Hanya saja kediamanku selama ini membuatmu berfikir sebaliknya.

 

“Menikahlah dengan ku” hanya kata itu  – Next yee…>