Angels Death – Part II

Oh Tuhan, dia tidak percaya apa yang dia lihat, bagaimana mungkin wanita yang menjadi kekasihnya selama tiga bulan ini terbujur kaku dengan semua genangan darah itu. Dia tidak mencintai Nania tentu saja, semua hubungan percintaannya didasarkan pada kepraktisan semata. Tidak pernah ada ide tentang cinta di otaknya, dia lelaki modern, dia bisa mendapatkan apa yg dia mau. Lagi pula cinta bukan bagian dari hidupnya, dia sudah sering melihat cinta yg berakhir dengan kebencian sama seperti yang dia lihat sepanjang masa kecilnya.

“Kau tidak apa-apa Gun?” Tanya seorang wanita -lanjut yeee…>

Advertisements

Angels Death – Part I

Sabtu, Pukul 20.30

Nania Brown, artis papan atas yang sedang naik daun. Dia berasal dari keluarga yang amat sangat terpandang di London, darah biru dan gelar kebangsawanan mengalir dalam darahnya. Tapi bukan karena itu dia berhasil menduduki peringkat artis paling ngetop tahun ini. Dia cantik, berambut panjang dengan mata biru dan bibir sensual. Kulitnya putih seperti susu, kecantikannya makin di perkuat dengan tubuh yang tinggi semampai dan setiap lekukannya. Dia mempunyai modal latar belakang dan wajah yang rupawan bak peri. Dia selalu di puja banyak orang, selalu bisa membujuk siapa saja untuk melakukan apa saja untukknya hanya sekali kedip dan dia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari setiap asset yang dia miliki.

 

Malam ini saatnya, dia harus mendapatkan apapun yang dia mau. Hal yang sudah menjadi aturan baku dalam hidup yang dia jalani. -Next yach…>