:: Tiga Hari Penuh Kutukan! ::

Haduh… aku mengetik ini ketika aura di dunia sekelilingku tidak tampak menyenangkan, di ruang kerjaku, pojokan lantai dua sebuah gedung yang bisa terbilang tua renta. Dengan mp3 mengalun lembut di telingaku, yah.. lembut tak lagi menghentak karena suara musik juga terlarang di area ini. Jangan tanya itu aturan siapa dan mulai sejak kapan karena kemarin akupun masih mendengarkan mustik menghentak dari speaker yang terpasang di sisi kanan komputerku.

Aish, aku sudahi saja basa-basi busuk ini temans! Aku mulai saja ceritaku, mari kita kembali ke minggu lalu, tepatnya hari kamis ketika tiba-tiba alaihum gambreng *bukan nama sebenarnya* menelpon untuk mencariku, sepertinya suasana hatinya sedang sedikit tidak baik karena terdengar nada ketus dan sedikit menggigit telinga *bukan benar-benar telingaku tergigit tentu saja*. Hari Jum’at di mulai dengan beberapa pertayaan tentang scope of supply pekerjaanku di lanjutkan dengan kata-kata “itu salah, harusnya begini dan begitu” aku hanya diam mendengarkan dia berbicara, meski ketus tapi ku akui lah dia tidak sampai berteriak-teriak padaku.

Tidak teriak, tapi tidak berarti tidak membuat kuping sakit. Aku bête.. yah, aku hampir menunjukkan wajah beteku padanya. Hampir aku bilang hampir, karena wajah bête ku akan sangat memuakkan.. yeah aku tau itu, kemudian aku berkata “Ok, saya yang salah” selesai… clear, dia tidak lagi ngoceh tidak karuan di depan mataku. Apa yang sudah aku dapat?? Pagi hari dengan kebete-an tingkat tinggi sampai aku hampir meledak! *serem banget*. Tidak puas berurusan denganku pagi itu, alaihum gambreng memutuskan untuk berteriak pada kriwil *lagi-lagi bukan nama sebenarnya*, kebetulan kriwil lagi-lagi salah membuat nominal yang seharusnya EUR menjadi USD. Biasanya kami seisi lantai dua akan cengar-cengir ketika kriwil berbuat salah, bukan karena jahat tapi lebih karena mengganggap itu adalah suatu kelucuan

Tapi siang itu, tak ada suara tawa tak ada senyum terkulum di bibir penghuni lantai dua ini, semua aura berubah gelap dan semua terdiam, terpaku ketika alaihum gambreng makin menjadi-jadi dengan teriakan dan makiannya. Bukan hanya aku dan kriwil, jambul dan semuanya kena. Kami tidak mengerti permasalahannya di mana. Anak lantai satu-tiga gedung ini mendapat serangan badai makian dan cacian. Kontan kami semua gondok dan memaki dalam hati, saat itu juga aku remove FB alaihum gambreng dari FBku, Block YM nya dan memakinya di twitter.. lega?? Tidak juga, ke BT-an ku sudah taraf akut dan menganggap alaihum gamreng tidak pernah eksis di dunia ini, dia hanya seonggok daging yang dikendalikan oleh makhluk-makhluk tak kasat mata.*mulai ngaconya*

Minggu itu di tutup dengan ke BT-an seisi kantor, bahkan Saturday night acara kumpulpun di batalkan, aku sudah tidak tertarik untuk pergi kemanapun atau melakukan apapun aku hanya ingin memejamkan mata dan melalangbuana ke alam mimpi.

Hari sabtu di mulai dengan, Sertificate Toefl yang tertinggal di kos ketika akan mengambil ijasah di kampus. Aturan yg tidak aku mengerti adalah sertifikat itu harus di bawa untuk mengambil ijasah, entah aturan dari mana! Akhirnya aku balik lagi ke kos dan dimulailah perjalanan panjang menuju kampus pusat. Ada satu hal lagi yang membuatku sedikit burning-burning in the morning *jah jgn cari di kamus, itu hanya istilahku sendiri*, kuitansi lab bahasaku dibawa seorang teman dan keberadaannya tidak bisa aku temukan, tidak bisa terbukti keberadaannya bahkan dalam plan ke-7 sekalipun *mulai lagi*. Setelah pontang-panting tidak pasti mengurus surat keterangan, ternyata kuitansiku ada pada entah siapa namanya, aku lupa, dan aku bisa mendapatkannya kembali. Kembali ke tempat pengambilan ijasah, sebuah pengumuman tertempel “Istirahat dan Sholat”.

Untuk mengisi waktu, kami *aku dan teman-temanku* memutuskan untuk pergi ke Mall Cijantung yang kebetulan lokasinya bersebelahan dengan Kampusku. Fun? Yeah… it’s fun.. tapi ada satu kejadian yang aku tidak tau kapan terjadinya mungkin ketika kami asik memilih DVD bajakan. Tasku yang waktu itu aku selempangin di belakang badanku di acak-acak orang. Aku sedikit menyadarinya, tp waktu itu aku pikir hanya orang yang desak-desakkan memilih dvd bersama kami. Aku bahkan sempat keliling ke toko pernak-pernik untuk mengagumi jam dinding bergambar pooh dan patung-patung anak perempuan dalam kimono tanpa menyadari risleting tasku terbuka. Handphone jelekku melayang entah kemana, tapi aku bersyukur dompet yang berisi atm, npwp dan lain sebagainya aman.

Minggu itu di tutup dengan ke BT-an yang makin menjadi-jadi dan hampir membuat kepalaku meledak!. Orang rumah mengira aku diam saja karena hp ku ilang, tp mereka tidak tau dua hari yang aku lalui dengan membaca mantra berkali-kali dan tertekan, bagian hp ilang yaa.. anggap saja itu adalah garam yang di torehkan ke kulit yang terluka. Yeah… tiga hari penuh kutukan dengan mantra Fuckin’ ass hole!!!

Advertisements

6 Comments

  1. mewylve said,

    April 16, 2010 at 5:49 am

    Oh my… Ies…

    Sabar ya….

    ies : makasih jeng mew… pokoknya menyebalkan sangad 😀

  2. mawi wijna said,

    April 16, 2010 at 6:30 am

    dan semoga kehidupan mendatang akan lebih baik dari hari ini

    Ies : amiiinn kii 😀 😀

  3. syahvian said,

    April 16, 2010 at 11:24 am

    tabahkan hati ya neng…. anggap yg mencuri hp mu itu memang sedang butuh biaya utk menafkahi keluarganya….. insyaallah, Allah akan membalas dengan beribu rizki untukmu…… 😀

    ies : hahahaha.. iye lah, pastinya ^_*

  4. AdiF said,

    April 17, 2010 at 9:30 am

    yach kejadianmu hampir sama lah dengan apa yang aku alami kemaren kecuali bag hape ilang ( jangan sampe deh hape gw ilang) hehehe

    bahkan ampe sekarang wa juga maseh bete sangat neeeh pengen mukul” sesuatu AAAAAARRRGGGGHHH……

    eh kok malah jadi curcol??

    sabar aja lah munkin alaihum gambreng lagi ada masalah berat kali jadi kamu kecipratan hehe


    Ies : bodo amat dah, kemaren jum’at gw di bilang tukang ngambek sama alaihum gambreng, abis dia menyebalkan si *curcol jg*
    dah sono, tendang2 apa kek, gege kek lo tendang2 hahahaha

  5. samsul arifin said,

    April 18, 2010 at 1:31 am

    jadi karena ini nomormu ganti untuk sementara, bu?
    semoga dapat ganti yang lebih baik ya… 😀
    * aku curiga, kayaknya hapenya emang udah ga betah sama tuannya 😛 *

    ies : udah dapet gantinya pak ipin 😛
    kayaknya si hp ku emang dah bosen aku banting2 hehe 😀

  6. hanif said,

    April 26, 2010 at 1:56 am

    Astagfirulloh kata-kata terakhirmu itu Is…aku merasa tidak mengenalmu lagi. Hiks hiks…kemana iis yang dulu???
    “Cut cut cut!!!! ” Kamu kurang ekspresi Bud!” kata sang Sutradara..wewww

    Apapun yang terjadi kepadamu pasti dengan izin Allah, betul ga Is? So terima saja. Karena dengan begitu kau akan menemukan hikmah di baliknya. OK!
    (baru dapat materi tentang ridho dari sebuah kajian nih, makanya bisa bijak kayak gini he he he).

    Ies : emang aku sebelumnya seperti apa? hehehhee…
    yuppsss…. betul-betul-betul..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: