:: Kompromi ~ Kopi di Pagi Hari ::

Kisah ini bermula ketika seorang sahabat curhat kepadaku, dia mengatakan bahwa “kenapa aku selalu kelihatan lemah di depan dia? Padahal aku sendiri ngga pengen kelihatan seperti itu” dan kemudian aku mendengar seorang sahabat lain yang mengatakan “dia tidak pernah seperti ini, seolah-olah ini bukan dia banget!”. Dua kejadian ini berlangsung dalam waktu berdekatan, hingga membuat kedua alisku menyerngit. Timbul satu pertanyaan besar di benakku saat itu “benarkah kalian sudah bedar-bedar mengenal pasangan kalian?”

Bukan urusanku sebenarnya, tapi aku ingin membahasnya sedikit di sini *ini kan blogku suka-suka dong materinya apaan* [hmpfh]. Kebetulan beberapa hari sebelumnya aku juga tengah asik membaca isi buku karya Matt Dun, judulnya Best Man. Memang hanya kisah fiksi, tapi aku merasa sedikit tersindir sebenarnya, buku itu berkisah tentang seorang Adam yang selalu mengalami kesulitan berkompromi dalam setiap hubungan percintaan sampai membuatnya malas berkomitmen. Apa hubungannya dengan kasus ini? well.. kompromi, kompromi adalah hal penting dalam sebuah komitmen.

Menurutku *teori ala isti*, sebuah komitmen atau hubungan merupakan bentuk kompromi dari kedua belah pihak yg berkomitmen. Aku tidak bisa menyebutkan laki-laki dan perempuan karena katanya jaman sekarang jenis tidak menjadi masalah melainkan kasih sayang *haghaghaghag*. Kenapa kompromi? Ya karena tanpa kompromi ngga akan ada komitmen *di puter-puter doang*. Begini, tidak ada dua orang yang di ciptakan dengan sifat dan tingkah laku yang sama persis. Bahkan dua orang kembar identik pun pasti punya perbedaan, itulah keMahaBesaran Allah. Yang kembar identik saja pasti berbeda apa lagi yang jelas-jelas tidak ada hubungan darah *kl punya hubungan darah haram di jadiin istri or suami ya? hehehe*

Kompromi adalah bentuk empati yang kita miliki untuk mengerti orang lain *lagi2 ini teoriku* :P. Kompromi bisa dicapai dengan salah satu mengalah, mengalah keduanya, atau mencari solusi untuk mendapatkan win-win solution dari perbedaan itu. tiap-tiap pasangan pasti mempunyai bentuk kompromi masing-masing, aku tidak bisa memberikan tips-tipsnya karena aku sendiri tidak sedang berkomitmen dengan siapapun*haik hehehehe*. Sebenarnya kompromi bukan hanya masalah antar pasangan, bisa juga kompromi dalam hal pekerjaan (seperti yg sedang aku lakukan saat ini, nanti kapan2 aku curcol di sini dah), kompromi dengan lingkungan, kompromi dengan keluarga, pokoknya luas deh jangkauan dari kompromi itu sendiri.

Dalam sebuah hubungan, lagi-lagi kalau menuruku, sikap jujur dan apa adanya merupakan kunci utama dari kesuksesan membina hubungan itu sendiri. Trus, apa adanya apakah berarti tidak mau mengerti keinginan pasangan? Nah di sini letak komprominya temans. Komunikasi dan kompromi, kita pasti tidak ingin membeli kucing dalam karung kan? Ketika pacaran baik banget, alim banget, lugu banget tapi setelah menikah ternyata oh ternyata tidak seperti yang kita duga sebelumnya. Oleh karena itu, kenali pasangan anda, mencobalah jujur untuk menampilkan kepribadian anda apa adanya, buka komunikasi di kedua belah pihak, dengarkan keinginan pasangan dan kompromikanlah perbedaan-perbedaan yang ada. Salam super!!! *nah lo, jd berasa kaya bang Mario* [hmpfh]

Untuk sahabatku yg pertama, menjadi orang lain itu melelahkan. Selain itu, proses pacaran itu sendiri katanya kan untuk saling mengenal satu sama lain, kalau dalam tahap ini saja tidak bisa menjadi dirimu sendiri apa adanya bagaimana ke depannya nanti?, selamanya akan menjadi apa yg dia katakan? Yeah.. meskipun “itu” baik menurut kacamata umum, tp kan kita yang merasakan, kita yg melalui, kita yg ngos-ngosan. Mengikuti perubahan yg pasangan inginkan mungkin salah satu bentuk kompromi dari sisi kita, tapi kalau itu menyakiti diri sendiri untuk apa? Just be your self, toh masih banyak ikan di laut [hmpfh]. Kalau aku malah berprinsip “Terima aku semua, atau tidak sama sekali” *huakakakak [devil]

Untuk sahabatku yang kedua, apa kau yakin benar-benar mengenal dia? Sementara kalian sudah bersama untuk jangka waktu yg aku bilang tidak sedikit. Kemudian, apakah dia juga benar-benar mengenalmu dalam setiap sudut, setiap sisi dan setiap hal?. Sebaiknya kalian saling jujur satu sama lain ^_*

Aku punya quote menarik tentang hubungan, karena terkadang cinta yg menggebu-gebu tidaklah cukup temans. Dalam sebuah hubungan kalian harus bisa tinggal dalam ruangan yg sama, dan mengerti satu sama lain. Tahu kapan kapan harus memberi ruang satu sama lain, dan kapan harus dekat. Karena pada dasarnya semua orang menginginkan pasangan yg dapat membuamu merasa aman dan dicintai, sehingga kau bisa mencapai potensi tertinggimu, seseorang yg bisa memberimu inspirasi, dan menyemangatimu untuk kembali mencoba saat kau mendapat kegagalan. Seseorang yg mencintaimu apa adanya, bukan bayangan dirimu di masa depan, atau siapa kau sebelum ini. *jyah.. serius bgt*

“Kenapa si, orang-orang selalu ingin tampil menjadi orang paling baik di depan pasangannya, padahal itu bukan diri mereka sendiri?” tanyaku malam itu, “itulah yg disebut cinta” jawaban orang di seberang sana. Dua kata yg aku ketik di YM ku saat itu “Tai Kucing!!” aku yakin saat itu dia tersenyum membacanya, kemudian aku bergumam “pantas kami tidak berhasil berkomitmen!” [lol]

Just be your self, anyone else is already taken prens…

~Judulnya kaga nyambung sepertinya *cekakak*

Advertisements

7 Comments

  1. deendeen said,

    April 23, 2010 at 3:06 am

    klo gitu kita bc Cwords aka kompromi ies..
    tp ntar aq nabung dulu bwt beli itu buku..

    Ies : tante den… iya aku jg penasaran, aku abis ngelarin the little lady agency hehehe..
    agak boring awalnya, tp lama2 enak!! “menjadi orang lain itu sangat tdk mengenakkan!!” [lol]

  2. Wibisono said,

    April 23, 2010 at 3:26 am

    gw gk bisa jadi diriku sendiri
    krn gw benci diriku yg asli..

    lebih baik dalam topeng
    btw.. mampir donk ke blog gw..

    Ies : bedul.. Makasih udah mampir ^_*
    hhmmm… semua balik lagi ke sudut pandang masing2 perorangan lah, ini kan hanya pendapatku…
    kl kamu merasa lebih nyaman pake topeng, ya monggo.. Setidaknya km bisa jujur ke diri sendiri 😀 😀

  3. goomse said,

    April 23, 2010 at 4:39 am

    beneran penasaran ama ni buku, ampe isti jadi kek gini hmpfh…

    Ies : bukan kayak gini gara2 buku itu jeng gomce.. tp emang bukunya T.O.P 😀

  4. lianna boril said,

    April 23, 2010 at 6:29 am

    Outstanding blog-nya sis “tepok-tepok gaplok” , cinta hangat2 tai kucing eh jgn diskrimininasi kucing doang ganti ayam donk,,, ok deh all rise untuk ies tea

    ies : makanya aku make kucing ci, kl ayam udah ada tu kan istilah “hangat-hangat tai ayam” haghaghag.. sankyu komennya ^_*

  5. hanif said,

    April 26, 2010 at 2:02 am

    Jadi hubungan kita selanjutnya gimana Is?
    he he he

    Saat aku menjadi suami dari orang yang kucintai nanti, aku hanya ingin membuatnya nyaman dengan apa yang ada pada diriku.

    Ies : tunggu kelanjutannya setelah pesan-pesan berikut bud [lol]

    yup.. memang seharusnya begitu pak, ngapain jd orang laen 😀

  6. ipin maripin said,

    April 26, 2010 at 5:32 am

    aku suka bagian “Tai Kucing!”nya… 😀

    ies : huakakakaakk… merasa ya pin? 😛

  7. goomse said,

    May 25, 2010 at 9:40 am

    abis baca2 lagi barusan
    gue suka quote nya ^_^
    kasi cendol deh :p

    Ies : jaaaahhh.. cendol itu istilah kaskus ya jeng? ^_*
    sankyuuu 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: