:: Being 24th ::

Am-im-um-em-om…. Eee… ee… ee… jadi inget film 13 going on 30 *jauh banget*, beginilah kehidupan wanita (bukan gadis lagi.. ups jgn ngeres otaknya ye) muda penuh energy dan tidak lupa tentunya manis, baik hati serta tidak sombong *cekakakak*. Menjadi 24 tahun, dua puluh empat tahun.. angka yg banyak ya? Dua angka genap yang jika di tambahkan atau dikurangkan juga tetap genap. Genap – Ganjil tidak jadi soal si, hanya saja aku penyuka angka genap, haduh malah tambah muter-muter geje.

Bagaimana menjadi penyandang umur dua puluh empat tahun? Read the rest of this entry »

:: Omma.. Bogosipoyo ::


Omma.. bogosipoyo! Jeongmal-jeongmal bogosipoyo….[mom, I miss u, really-really miss you] Aku sedang menonton Kdrama ketika tokoh utama mengatakan “I realized that when I was seven.
I realized that not having a mother made me different from other people.
During a cute party in kindergarten, we were all dressed in brightly striped traditional Korean jackets.
All the other kids had their mothers come to dress them, And I didn’t know how to tie my jacket belt so I dumbly stood there, until somebody’s mom came to tie it for me
At that time… “Ah.. I really don’t have a mother” I really fel Read the rest of this entry »

:: Childish ~ Aku Seperti Anak Kecil ::

Aku seperti anak kecil… Again!!, kejadian berikut terjadi ketika aku sedang uring-uringan, bete akut dan tidak ramah terhadap lingkungan. Setelah dipikir-pikir akhir-akhir ini aku selalu uring-uringan, marah-marah, kehilangan kendali akal sehatku, pokoknya I felt lost… aku seperti bukan diriku sendiri, seolah-olah ada orang lain yang menggerakkan tubuh dan pikiranku. Sedangkan aku hanya menyaksikan dari kejauhan, melihat diriku yg bukan diriku merusak kehidupanku, merusak persahabatanku, merusak masa depanku sedikit demi sedikit. Salah satunya ada kejadian ini ~ ~ ~

Pertamakalinya dalam hampir 24th kehidupanku aku bete sama sahabat dekatku, pertamakalinya aku mematikan YM dengan segaja ketika dia sedang menasehatiku, pertamakalinya aku merasa kesal padanya. Ah entahlah, angin apa yang membuatku berkepala batu seperti itu. Read the rest of this entry »