:: Omma.. Bogosipoyo ::


Omma.. bogosipoyo! Jeongmal-jeongmal bogosipoyo….[mom, I miss u, really-really miss you] Aku sedang menonton Kdrama ketika tokoh utama mengatakan “I realized that when I was seven.
I realized that not having a mother made me different from other people.
During a cute party in kindergarten, we were all dressed in brightly striped traditional Korean jackets.
All the other kids had their mothers come to dress them, And I didn’t know how to tie my jacket belt so I dumbly stood there, until somebody’s mom came to tie it for me
At that time… “Ah.. I really don’t have a mother” I really felt it then” ketika tiba-tiba timbul pertanyaan apa aku juga seperti Park Gae In? karena aku juga selalu merasa berbeda dengan yang lain.

Ah, mungkin hidupku tidak senelangsa itu, mungkin hidupku jauh lebih baik dari itu karena aku selalu di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku. tapi tetap saja ada kalanya aku berfikir “apakah akan terasa berbeda?” atau “seperti apa rasanya?” saat-saat ketika aku harus mencari sebelah kaos kakiku, saat-saat ketika aku tidak bisa menghilangkan noda dalam bajuku, atau saat ketika salah satu kancing bajuku terlepas. Saat-saat itu ketika aku bertanya pada diri sendiri “apakah segalanya akan berbeda jika?” hanya sampai kata “jika” karena aku pasti akan mengusir pikiran itu jauh-jauh sebelum kalimatnya selesai.

Dulu pada masanya, ketika salah seorang sepupuku mengatakan padaku “hidupmu enak banget is” dalam hati aku ingin berkata “mau bertukar tempat? Sehari saja! Aku mau bertukar apapun!”. Tapi aku hanya tersenyum menanggapi kata-katanya. Yah, My brod selalu memastikan aku hidup nyaman, nenek dan kakak perempuanku juga selalu berusaha membuat segalanya normal seperti sedia kala, kerabatku yang lain juga selalu membuatku merasa disayangi. Maka jika ada orang yg bertanya “apa kamu kekurangan kasih sayang?” maka dengan lantang akan aku jawab “TIDAK”. Tapi dalam hati kecilku aku tau, aku berbeda dari mereka semua.

Aku pernah bertanya “seperti apa rasanya punya ibu, mba?” ke kakak iparku, saat itu juga dia hanya tercengang memandangku. Setelah itu aku tidak pernah berani menanyakan lagi ke mbakku, karena aku tau mbakku pasti ngomong ke mas dan masku akan memikirkannya. Aku tidak ingin masku berfikir aku tidak bahagia, karena aku yakin dia sudah berbuat banyak untukku, seumur hidup pun takkan bisa aku balas semua hal yg di berikan masku untukku.

Dulu ketika aku kecil, aku selalu berfikir “Ibu akan pulang, dia hanya pergi sebentar dan dia akan kembali, dia akan tersenyum, mengepang rambutku, memangkuku dan mendongeng untukku” Aku bukan orang bodoh tentu saja, aku tau hal-hal seperti ini sampai aku nekad bunuh diripun takkan berubah, bahkan jika aku menangis sampai tertidurpun Ibuku takkan kembali. Aku bahkan jarang memikirkannya, aku menikmati hidupku, hari-hari yg aku lewati. Aku bahkan tidak memikirkannya, ketika perpisahaan sekolah dasar dan aku mendapat juara, aku tidak berharap Ibuku mendampingiku, tidak juga ketika aku lulus SMP, tidak juga ketika aku lulus SMU bahkan tidak juga ketika aku diwisuda. Tapi aku memikirkannya saat ini… ah entahlah.

Enambelas tahun yang lalu, Ibu berjanji sesuatu padaku.. aaaiiiggiiooo.. sepertinya otakku sedang konslet ketika menulis ini dan diblo.. aiissshhhg bodo lah. Omma…. Gwaenchanhayo!! [mom, I’m Okay!!]

Tteonalsuga eomneunde
[I can’t leave]
Neol bonaelsuga eomneunde
[I can’t let you go, but]
Bitmuri naeryeoseo jeongmal gwaenchanhasseo
[Because the rain was falling down, It was really okay]
Gwaenchanhaseo tteonaneun neoreul japji motaesseo
[Because it was okay, I couldn’t hold you back]
Saranghaeseo tteonaneun neoreul japji motaesseo
[Because I love you, I couldn’t hold you back]
(Bitmuri Naeryeoseo/ Dropping Rain) – Kim Tae-woo

Advertisements

4 Comments

  1. uly said,

    May 20, 2010 at 3:26 am

    pasti hidupmu akan berbeda ies, sama sepertiku kalo saja bapakku masi ada tapi balik lagi hanya Allah yg tau yg terbaik buat kita, mungkin Allah ingin kita lebih kuat dan mandiri, dan aku yakin ortu kita akan bangga melihat kita sekarang.. i know you just miss her, like i do sometimes..

    Ies : Uliiii.. *hugs* iyaaa.. kl ngga kaya gitu ngga akan ada isti yg sekarang.. *kedip2* hehehehe

  2. Hidayat said,

    May 20, 2010 at 6:14 am

    kmu berbakat jd penulis, sy jd terbawa, larut dlm cerita kmu. eit .. tunggu dulu, yg di maksud “sepupu” itu istri sy ya?? atau sepupu yg lain?? hehehe … sy yakin, suatu saat kmu akan berkumpul kembali dengan ibu mu, bahagia di alam yg berbeda (so tau yah sy??!!! hehehe)… may Gob bless you all …

    Ies : huaaaa… masa si a? tp aku emang pengen jadi penulis amin-amin-amin 😀 😀
    yg itu bukan, tp mba pur jg pernah ngomong dulu 😛
    waks, berkumpulnya jgn cepet2 deh *dtendang* amin-amin lagi 😀

  3. ipin maripin said,

    May 21, 2010 at 3:13 am

    semangat is…
    kau akan baik2 saja, karena kau dikelilingi orang2 yang mencintaimu…
    jagalah mereka dengan cinta dan kasih sayang yang kau miliki…

    Ies : ngggih paaakkk…….. 😀

  4. arif said,

    May 25, 2010 at 9:51 am

    tulisan ini bagus, mba is. :).
    tetap semangat dan tetap menulis! hehe…

    Ies : hehehe.. thanks mas ^_*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: