:: Revisi Hidup ::

“Sudah lah is, jangan main-main lagi. Serius sedikit, masmu sampai bingung katanya kamu ngga punya tujuan jelas. Dah, nikah aja” Errr… itu sepenggal kata-kata mbaku beberapa hari yang lalu. Tujuan yang jelas? Hhhmmm… sepertinya dari dulu aku memang tidak punya cita-cita yang pasti. Ketika aku kecil dulu pun rasanya cita-citaku selalu berubah, dari astronot, pembaca berita sampai akhirnya setiap kali di tanya “apa cita-citamu is?” aku akan dengan entengnya menjawab “masuk surga” bahkan ketika menginjak bangku sekolah menengah atas pun aku menjawab sekenanya “jadi istri yang sholehah, ibu yang baik untuk anak-anakku” mungkin memang lebih baik menikah saja ya? [lol].

Bukan itu sebenarnya yang ingin aku bahas, masuk surga? Siapa si yang ngga kepengen? Jadi istri yg baik dunia akhirat? Ada gitu yang ngga mau? Bisa di kata itu adalah hal general yang memang wajib dikejar setiap orang. Bukan, itu bukan cita-cita!!. Biasanya orang yang tidak tau harus berbuat apa itu karena tidak ada yg mengarahkan atau memberi contoh. Tapi kasusku tidak seperti itu, masku selalu mengobarkan semangatku. Semangat si semangat, terkadang sampai berapi-api ingin melakukan sesuatu tapi begitu aku kembali pada duniaku yang monoton, aku pun kembali tenggelam dalam kemonotonan itu. ah entahlah!!!

Sebelumnya aku bisa beralasan “kelarin kuliah dulu” bahkan untuk menikah juga seperti itu [jah nikah lagi dibahas :P], kuliahku berakhir bulan maret yang lalu, kala itu aku berfikir “bulan april adalah bulan santai, waktunya membaca semua novel yang kepending skripsiku. Bulan May baru aku action kegiatanku selanjutnya” tapi ternyata sampai sekarang, bulan June kegiatan ku masih hanya seputar kerja-baca novel-shoping2-hangout ngga jelas-nongkrong2 ngga beraturan dst. Pokoknya kegiatan monoton yang membuatku sedikit jenuh, engga ding.. jenuh banget.. banget.. banget!!! Aku butuh sesuatu yang baru, tantangan baru, hal baru! [aku memang cepat bosan]

Well, aku tengok sedikit planning jangka panjang ku dan “oo” [meringis] 2010 harusnya aku sudah bisa beli rumah sendiri dari hasil bisnis yg sudah berkembang dan harusnya tahun 2011 anak pertamaku sudah lahir [ngakak guling2]. Sepertinya aku menulis itu semua ketika aku sedang mabok :p. planning jangka panjang diperbaharui terakhir kali pada bulan May tahun 2007, mungkin sudah saatnya aku kembali mereview dan merevisi beberapa planning jangka panjangku. Kuliahku sendiri sudah molor satu tahun dari jadwal semula, argh.. aku meyia-nyiakan tahun 2008 ku, banyak planning di tahun 2008 yang gagal dan tak jelas juntrungannya. [back sound : semuaaaaa, karena cinta *Delon idol*] [lol]

Apa aku menyesali hidupku yang tidak berjalan sebagaimana rencana awal? Tidak juga, ini kan hanya review bukan keluhan tentang tahun-tahun yang sudah aku lewati. Seperti tulisanku sebelumnya, aku tipe orang yang sangat menikmati hidup dan tidak suka memikirkan hal-hal kecil. lagipula, seperti kata masku “tidak ada yang namanya kata terlambat, jika nasi sudah terlanjur menjadi bubur, kenapa tidak kita buat bubur itu menjadi bubur yang special?” lagipula ada istilah lain “manusia berencana, Tuhan yang menentukan” yang penting kan bagaimana kita bisa menjadi manusia yang Rohmatan lil ‘alamin. Karena manusia yang berhasil adalah manusia yang berguna bagi orang lain. Yihaa !

Apa benar tidak ada hal lain di otakku? Banyak hal, banyak rencana, banyak planning yang sebenarnya bisa disusun menjadi banyak konsep menuju financial revolution. Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah kesempatan iseng-iseng aku mengemukakan sebuah konsep (sebelumnya sudah aku bahas bersama esti, dan dai. Sepertinya mereka tertarik), mari sebut ini “konsep kami”. Aku kemukakan konsepku, ide-ide awal, sesuai dengan sebuah konsep yang harus bisa menjawab “What, Why and How” (karena ini bukan konsep pertamaku, setidaknya aku sudah bisa menebak jalan pikiran mas, dan jenis pertanyaan apa yang diajukan).

Ternyata sesuai dugaanku, kemudian masku mengemukakan “konsep nya”. Tidak merubah konsep awalku, tapi menambahkan beberapa hal secara dia lebih berpengalaman dan sudah malang melintang di dalamnya, karena pada dasarnya setiap usaha itu hanya ATM : Amati, Tiru dan Modifikasi. Kemudian dia bilang “buat prosposalnya, ntar aku periksa” aku langsung jiper [lol], konsepku pada awalnya hanya sebuah konsep sederhana, bentuk keisengan dan hal pengisi waktu luang. Tapi masku merubahnya menjadi konsep yang membutuhkan perhatian ekstra dan ini membuatku deg-degan (aarrgg! Aku bukan pengambil resiko yg bagus [cry]).

Aku takut mengadapi sebuah resiko, padahal hampir di segala pilihan yg kita buat pasti mengandung resiko, tidak mungkin tidak. Tapi aku juga pembenci sebuah kemonotonan hidup, memusingkan bukan? Selain hal-hal berbau konsep dan menjalankannya itu banyak pilihan di depan mata saat ini, melanjutkan S2, kursus-kursus, mengambil tantangan yang di sodorkan Mr.B beberapa hari lalu, atau menikah [nyengir]. Sepertinya menikah pilihan yang oke juga (kesannya enteng banget :p), menjadi ibu rumah tangga, menunggu suami dari kantor dan anak pulang sekolah, menjahit, merajut atau menulis (kaya bisa aja [lol]). Sudah lah, aku makin ingin tertawa guling-guling, hidup adalah pilihan to? So, mari kita pilih dan hadapi resikonya! ^_*

Dan kini sampailah, aku di sini

Yang Cuma ingin diam, duduk di tempatku

Menanti seorang, yg biasa saja

Segelas air di tangannya, kala ku terbaring.. sakit

Yang sudi dekat, mendekap tanganku

Mencari teduhnya dalam mataku

Dan ber bisik, “pandang aku, kau tak sendiri oh dewiku”

Dan demi Tuhan, hanya itu lah yang itu saja kuinginkan

Wahai Tuham, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi…

[Dewi Lestari – Curhat Buat Sahabat]

Advertisements

8 Comments

  1. deendeen said,

    June 11, 2010 at 2:56 am

    ewww… akhirnyaaa…
    jeng, mank hidup hrs ada tujuan dan penuh resiko… itu ga bs dihindari. tp kamu msh muda kok, nikmati aja dulu apa yg elo mau. tp elo hrs punya target ke depannya…

    ies : hahaha.. kemaren kan ngobrom ma tante n zai2 aku jd kepikiran 😛
    justru di mulai dr muda tante, kan ntar umur 30th tinggal jalan2 aja [pray][pray][pray] amiiinn.. 😛

  2. zai said,

    June 11, 2010 at 9:09 am

    oooi..
    yang pengen jalan2 umur 30 itu akyuu
    kamu kan ngakunya pengen jadi ibu rumah tangga hahahaha

    Ies : Zai aku juga mauu.. sama suami sama anak, kan asik tu fufufufu 😛

  3. Himitsu Me said,

    June 11, 2010 at 10:32 am

    Kok sama ya???

    Ies : jeng himiii………. iyaaaa… mirip banget keinginan kita yak?
    doain gw ketemu Roarke ku dong *dtabok* hahahaha

  4. samsul arifin said,

    June 11, 2010 at 7:02 pm

    disuruh kuliah lagi di s2 ga mau sih, ya udah lah… hehehe
    aku malah jarang update blog kiye lah, mandan sok sibuk siki…

    Ies : S2nya ntar aja lah pin, kl dah punya anak *amin* [hmpfh]
    jaaahh.. ngomong bae malesan [lol]

  5. hanif said,

    June 26, 2010 at 3:08 am

    Mulai belajar masak sing enak is nek arep dadi istri sing nentremke suami, tambah juga kesabarane sesuk momong anak ra gampang lho..

    ies : budiiii.. aku bisa masak enak looo, momong anak aku jg due ingon2 loro kae nang ngumah kwkwkwkw

  6. rudhi_aldiano said,

    July 16, 2010 at 9:22 am

    Kembali meLihat dan meneladani kehidupan generasi terbaek Umat Manusia di dunia ini yaitu Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat RA, maka menurutku “Menikah” adalah pilihan yg terbaik…
    heheheee….
    Disamping untuk mengikuti Sunnah Nabi kita tercinta juga untuk menjaga kehormatan dan kesucian diri…
    “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
    “Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya’la dan Thabrani).”

    Ayo mba ies, rasah kesuwen….
    hehehee…..
    Siapa tau setelah menikah, rejeki semakin lancar…
    Menikah kan salah satu cara membuka pintu2 rejeki…. ^_^

    Ies : aawwww…. “menikah membuka pintu2 rejeki” tp kl ngga berusaha apa pintunya bisa kebuka?
    harusnya di tambahin “syarat dan ketentuan berlaku” ngga bisa dong seenaknya aja “merit ah, biar pintu rejeki kebuka” oh come on!!!
    *sorry deh kl di debat lagi, abisnya kurang tu kata2nya rudi* [lol]

  7. rudhi said,

    July 20, 2010 at 9:08 am

    hmm,….
    Mba ies pernah baca siroh Nabawiyah..??
    Kisah2 kehidupan Nabi SAW dan para Sahabat RA….
    Disitu akan ditemuin bahwa rejeki ALLah amat sangat Luas jika kita yakin pada-Nya….
    Rejeki akan datang dr jalan yg tak diduga2 asalnya….
    “Jika kalian bertawakkal kpd ALLah dgn sebenar2nya, maka ALLah akn memberimu rizki bagaikan burung, pagi hari pergi dgn perut kosong lalu sore hari pulang dgn perut kenyang” (HR.Tirmidzi)

    Jadi Hematnya, jika kita menikah diniatkan Ibadah karena ALLah maka sudah pastiLah wajib hukumnya bagi sang suami utk menafkahi istrinya dgn nafkah yg halal lagi baik…
    Nafkah yg halal lg baik disini tentunya didapat dgn berusaha dan bekerja…
    Gak usah disebutkan juga ini udah otomatis harus mba ies… ^_^
    Pengalaman dr bbrp teman yg udah menikah meraka blg ” rejeki itu ada aja dech pokoknya… ”
    Inilah salah satu kemuliaan IsLam…
    Wa’allahu a’Lam…. ^_^

    Ies : panjangnya… huakakakakakakak

  8. indah said,

    November 15, 2010 at 5:13 am

    jenk, Q udah nyicil jadi istri yg insya Allah ta usahain sholehah.n udh mulai nyicil jd ibu yg baik…..

    ies : Alhamdulillah…… semoga dede dan ibunya sehat ya mba, trus jadi anak yg baik, soleh/solehah.. dan ibunya jg jadi ibu yg baek.. amin 😀 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: