:: Dan “O” Ku Pun Kembali ::

Bayangkan kalau kita hidup tanpa huruf  “O”, pohon pun akan berganti nama menjadi phn (baca : pe ha en), dodol menjadi ddl (baca : de de el), orang menjadi rang dan yang pasti tidak akan ada sebutan “Big O” [lol], serta O-O yg lainnya. Bisa kita bayangkan kerepotan yang akan kita rasakan apabila tidak ada “O” di sekitar kita. Yeah, “O” ku copot, maksudnya huruf “O” di laptopku copot ‘ihiks’.

Pagi hari itu sama seperti pagi-pagi yang lain, kesiangan, MGPL (Mandi Ga Pake Lama), buru-buru deh pokoknya, sekilas aku cek isi tas, hp, pulpen, dompet, kabel data, dan seketika itu ingat flasdisk yang masih betengger dengan antengnya di atas laptop (bukan berarti flasdisk ku hobi jalan-jalan atau semacamnya, hanya saja memang belum di pidahkan). Mengingat penanda waktu hampir menunjukkan angka 9.00 dan aku harus bergegas, tanpa ba-bi-bu langsung saja aku sambar flasdisk yang diam anteng itu.

Dalam insiden pagi ini, aku melupakan beberapa fakta penting : 1). flasdisk itu ada di atas keyboard bukan di atas laptop tertutup, 2). Kuku-kukuku yang panjang (tdk terlalu panjang, tp jg tidak pendek *nah lo*), 3). Kecepatan tangan dalam proses pengambilan flasdisk itu. Hingga akhirnya aku sadar, huruf “O” dari keyboard laptopku nyangkut di kuku jariku (baca : copot).  Shock? Tidak, bumi berguncang? Juga tidak, terdengar guntur di kejauhan? Tidak juga. Aku hanya melemparkan potongan huruf “O” itu kembali ke atas keyboard, kemudian lari keluar kos, mengunci pintu dan memasukkan kuncinya kedalam tas (kali ini aku tidak melupakan fakta penting “mengunci dan memasukkan kuncinya kedalam tas” tidak hanya mengunci dan meninggalkannya di pintu, seperti saat itu *lol*).

Aku tidak memikirkannya lagi, seperti biasa aku menikmati hariku sambil mendengarkan teriakan dari ruangan sebelah, sampai ingin kuteriakkan “pls, tanganku cuma dua” tapi sudah di ucapkan oleh Ci Lianna di belakangku [hmpfh]. Hingga akhirnya sorepun tiba, meninggalkan kantor dengan terburu-buru karena aku belum asharan, sampai di kos dengan megap-megap (nafas memburu), sholat ashar baru kemudian aku melihat sekilas laptopku ompong, tanpa huruf “O” nya. Kuamati sekilas “ah, tinggal di tempelin juga selesai” pikirku saat itu. ku tempelkan, copot, tempelin lagi, copot lagi, aku tekan sedikit, tak ada efek apapun tetap copot, aku angkat laptopnya, aku amati huruf sekitarnya, kucoba congkel-congkel huruf di sekitarnya, aku tempelkan lagi “O” nya, tetap copot!

Desperate, gerah, panik, hampir saja aku pencet dial nomer satu di panggilan cepat. Tapi sebelum tanda ‘panggil’ aku pencet, ku teringat sesuatu “aku sudah dewasa, coba dong selesaikan masalahku sendiri”. Akhirnya aku mencoba menelfon teman yang sepertinya capable dalam hal ini, tapi tak diangkat ‘ihiks’ (lagi-lagi aku melupakan fakta penting bahwa, azan magrib hampir berkumandang). Akhinya aku sebar sms dgn bunyi “Hua, huruf o d keybord laptopku copot. Tau cara masangnya ngga?”

Jawaban pertama yg kuperoleh “ya taruh aja tutsnya d atasnya” pengen aku banting ni anak, kalau bisa juga aku ngga tanya. Jawaban kedua “hahaha… klo laper jgn emosi gt y.. wah, aq malah g tau cr pasangnya” pengen ku teriak “aiiihhh.. IT macam apa itu!!”. jawaban ke tiga “walah, nek ngelih aja ngrokoti laptop ya is, hehehe. Aq ra ngerti je, urung tau soale, moga ra kaya kue ngesuk” (walah, kl laper jgn ngerogotin laptop ya is, hehehe. Aku ngga tau tu, belum pernah soalnya, moga ga kaya gitu besok) Eeerrrrggghhh…. Pengen aku makan semua-semuanya. *cekakak*

Kemudian terfikir, kenapa tidak aku lem saja, pakai lem sepatu (seingatku masku pernah ngelem sepatuku pakai lem kaleng *ngga tau namanya*). Kemudian salah satu temenku menyarankan pakai lem alteco. Berangkatlah aku ke warung Po Iseh di sebelah kos. Ada mas-mas tetangga kos juga sedang beli sesuatu di sana. dialog anehpun dimulai

Aku “Po, ada lem alteco ngga?”

Po Iseh :“apaan ntu?”

Aku : “itu yg buat ngelem” (namanya juga lem, dodol)

Mas-masnya : “itu po, sama kaya aibon” (aku bingung, apa lagi itu aibon)

Po Iseh : “kayaknya kaga ada deh neng, adanya ntu tu” ( nunjuk deretan lem yg digantung)

Mas-masnya : “itu sama is” (nunjuk power glue)

Aku : “bukannya itu kalau buat ngelem plastik, plastiknya jadi bolong?” (dengan muka lugu)

Mas-masnya diam sejenak, po iseh juga diem, kemudian masnya bertanya : “emang mau ngelem apa? Itu buat lem besi”

Aku :“ngelem laptop” (mas-masnya langsung keliatan shock)

Po iseh : “asal jangan kena tangan aja neng, ntar tangannya bolong.. ih ngeri!” (aku shock).Dengan lem power glue di tangan, akupun beranjak dari warung po iseh ke kos.

Pertama-tama aku buka tutupnya, aku tusuk lapisan pelindungnya sampai bolong, tanpa pikir panjang aku kocok isinya dan tau-tau blecetan di atas laptop. Untung tidak berbekas (entah kalau siang :P) itu kecerobohan pertamaku. aku amati bentuk ompongnya, “bagian mana yang harus ku lem?” pikirku. Akhirnya aku lem asal, dan ternyata huruf “O” nya bisa gerak 180 derajat (bayangkan), kemudian aku congkel lagi dan.. taraaannggg beneran ada lubang sedikit di belakang huruf “O” nya ‘ihiks’. Aku amati tepiannya “Bagaimana biar tidak bisa bergerak 180 derajat lagi” pikirku kala itu. ku coba lem sebelah atas dan bawah dudukan huruf “O” tanpa, pikir panjang aku teteskan lemnya. Lagi-lagi aku lupa memikirkan fakta “telunjukku memegan sisi atas dan jempol untuk sisi bawah” akhirnya semua lem masuk ke kuku telunjuk dan jempolku lengket oleh lem. Itu kecerobohan keduaku ‘ihiks’

Putus asa, bete, tangan lengket oleh lem, yang untungnya tidak bolong (Po iseh boong tu :P), akhirnya aku tekan sekenceng-kencengnya, sekaligus meluapkan emosi jiwa ragaku, tiba-tiba “klik” aaaaaww.. patah ni, pikirku. Aku coba angkat lagi huruf “O” nya ternyata tidak bisa keangkat. Kutekan ujung satunya, masih dgn tenaga yang sama dan “klik”. Saat itu aku bengong, baru kemudan tersenyum bangga “aku mendapatkan “O” ku kembali Hoereeee!!”. Setelah itu aku kena omel banyak orang… huahahahaha.. maafkan aku teman-temanku.. thanks udah mbantuin ^_*

Advertisements

6 Comments

  1. uly said,

    July 1, 2010 at 2:48 am

    oooooo… ini tho yg dmksd kmrn.. *sttt.. rasanya aku bisa nebak siapa yg dirimu telp.. wakakakakkkk…

    Ies : hu uh – hu uh 😛
    aiiihhh… sapa jeng ul? mantan speed dial no 4 [lol]

  2. mawi wijna said,

    July 1, 2010 at 2:51 am

    itu yg juga bikin saya kepikiran, keyboard harga 90rb kalau ada tuts huruf yang rusak apa ada suku cadangnya ya? mosok nyari di Klithikan?

    Ies : kii maw masa 90ribu? kata sodara ipin muahal sangat..
    dasar pendusta tu orang kwwkwkkw

  3. samsul arifin said,

    July 1, 2010 at 3:39 am

    ow ow ow…
    ada smsku dipampang… 😀

    Ies : aih Ge Er 😛

  4. July 12, 2010 at 7:15 am

    Dan tanpa “o”, lo gak bisa bilang zOOOOOOm-bie!! Huakakakakak

    SMS balasan gw yg mana ye dulu? Dah lupa gw 😛

    Ies : kan.. lo jadi ngatain gw nya “zm-bie” apaan tu [lol]
    ah dasar vikun.. *injek tawon vulgar-is* [lol]

  5. hanif said,

    July 13, 2010 at 3:31 pm

    Deneng kowe r sms aku, nek sms aku bakalan bales sing mirip-mirip kaya sms nang duwur he he he

    Ies : aku dah tau jawabanmu bakal kek gitu bud.. makanya engga ku kirim [lol]

  6. July 18, 2010 at 11:39 am

    SMS gw yg mana yee? [hmpfh]

    ies : ayo tebakkk.. lo yg sms masa lo yg lupa [lol]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: