:: Mari Berbicara “Seandainya”::

Mari sejenak kita tinggalkan realita yang ada, mari sejenak kita berlayar ke dunia yang semua orang tidak akan pernah ketahui. Dunia di mana kita bisa menerka-nerka, menebak-nebak dan mari kita berbicara “Seandainya”. Yeah, ini hanya wacana hanya sebuah pemikiran yang tiba-tiba terlintas di benakku beberapa hari ini. Hahaha.. mungkin memang aku sedang ingin melarikan diri dari kepenatan hidup, lah apapun namanya itu, aku hanya ingin menerka seperti apa seandainya Ibuku, emakku, mamiku, uri omma ada bersamaku melewati 25th dalam kehidupanku.

Oke, mari di mulai.. karena aku cenderung positif thinking dalam segala hal, mari kita bicarakan kemungkinan terbaik dari keadaan itu. Hhmmm… mungkin aku akan pasang status di twitt or facebook berupa “ouch putriku ngajak masak bread butter pudding kesukaan eyang utinya” yuhu.. aku sudah punya anak. Hahahaha… jangan tertawa dulu (sebenernya menulis ini saja aku sudah tertawa) [hmpfh], entahlah itu yang pertama kali terlintas dibenakku, mungkin karena beberapa hari ini my brod sering ngomong “udah 25 th lo” dan beberapa teman dekatku sudah punya momongan sementara aku masih asik dengan duniaku bahkan tidak punya pacar [lol].

Yah, seandainya (ini lagi ngomong seandainya kaann) ibuku bersamaku, mungkin aku sudah menikah dan mempunyai junior-juniorku yg berkeliaran, jejeritan bareng eyang putrinya [hmpfh]. Setidaknya aku pasti akan lebih memikirkan, makna usia 25th dengan lebih keras dan lebih serius dari sekarang. Hhmm.. jujur sajalah, tiap kali orang rumah ngomongin masalah merit, having a baby etc aku akan cengar-cengir dan berlalu. Ooouuchh aku jadi inget novel HR, tiap open season para emak (terutama kl punya emak kaya Violet Bridgerton) pasti akan mengejar para pria yang layak menikah untuk menikahi salah satu putrinya! (hahaha makin melantur [lol]).

Overall si, tidak akan ada aku yang sekarang. Aku berani jamin itu, pasti akan ada seorang gadis (atau wanita kali ya, secara harusnya aku udah tua [hmpfh]) yang lebih mature, baik hati dan tidak sombong (eh, sekarang aku jg udah haha) mungkin akan ada aku yang lebih bisa berempati, sensitive dan mudah menggunakan hatinya dari pada pikirannya (aku terlalu logis kata banyak orang). Mungkin aku akan lebih banyak merasakan “membutuhkan orang lain” dalam hidupku, bukan berarti sekarang aku tidak butuh orang lain, hanya saja kadang aku terlalu independent atau sebut saja terlalu sesukanya sendiri. Karena aku yakin, apapun yang terjadi pada hidup seseorang di masalalu akan berimbas ke masa kini (hohoho.. :P).

Atau mungkin aku malah akan pasang status twitt dan facebook dengan kata-kata seperti : “Gw bete sama nyokap gw!” or Gw benci nyokap gw! Hobi banget ngatur-ngatur! Bla bla” apa malah “APA?!! Minta uang lagi?! Emak macam apa itu?!” (jreng-jreng) sinet abis lah pokoknya [lol]. Tapi siapa yang taukan? Namanya juga seandainya, ya jangan hanya matok di bagus-bagusnya aja, tapi juga dipikirkan kemungkinan terburuknya. Huff.. sebenernya aku tidak pernah membayangkan punya hubungan yang tidak baik sama emakku sendiri, aku selalu membayangkan hal-hal yang indah! (Dreamer sejati).

Tapi yang namanya hidup dan berhubungan dengan makluk hidup yang selalu berubah, tidak menutup kemungkinan juga aku akan merasa jenuh dengan keberadaan ibukkukan? Aku rasa wajar-wajar saja kita merasa jenuh dengan keberadaan orang lain di sekitar kita. Untungnya, sekali lagi ini hanya “Seandainya” bukan kenyataan yang harus aku hadapi dan cari solusinya. Mau hasilnya seperti apa, apa akan ada aku yang pertama? Atau malah aku yang kedua? Tidak harus aku pikirkan dan tidak harus aku jadikan beban.. lah tidak akan terjadi kok hahahaha……..

Saat ini aku hanya ingin hidup lebih baik kan kan kan Fabi ayyi ala i rabbikuma tukadziban katanya ^_* dan hei.. pembaca yg masih punya emak, hormati mereka!! Jangan seenaknya jadi anak!! Hahahahaha….

Omma.. bogo-bogoooo…. Bogosipoyo!

Advertisements

3 Comments

  1. ruangpena88 said,

    June 28, 2011 at 9:18 am

    hanya sekedar compare aja, mama saya selalu ada disisi saya dalam 23 tahun kehidupan saya, dan gak kedua status diatas saya tulis. Hehehe

    ya itulah seandainya, terlalu banyak kemungkinan yang bisa tercipta. Jadi mari kembali ke dunia nyata. Btw thanx sudah mengingatkan bahwa saya punya mama yang hebat 🙂

    Sukses mbak. Lantun doa buat emak-nya 😀

    ies : dirimu kan aneh dew haha *dtabok* 😛
    itu hanya segelintir kemungkinan, masih banyak kemungkinan2 laen yg bisa terjadi.. yeah mari lebih fokus pada dunia nyata ^_*
    iya no.. pulang sanaaaa… hahaha
    InsyaAllah 😀 😀

  2. goomse said,

    June 28, 2011 at 9:24 am

    kebanyakan ngayal lu! ahahahahaha….

    ies : hanya sedikit membawa pikiranku berkelana hahaha
    *siriksiriksiriksirik* [lol]

  3. uli said,

    June 30, 2011 at 5:11 am

    kangen emak ya ies? wajar sih.. :p

    kalo berandai2 ga akan ada habisnya, Allah memilihkan jalan ini buatmu pasti ada alasannya.. untuk menempa dirimu menjadi dirimu yg kuat dan mandiri seperti sekarang dan aku yakin emakmu disana juga bangga melihatmu..

    semangatttt.. 😀

    Ies : sebentar ngakak dulu.. tumben ni uli serius komennya [hmpfh]
    huffffff… yup yup yup.. I believe it ul, tp kl masalah bangga blm tau deh 😛
    btw, kau melihatku kuat dan mandiri dong ya? uhuiii… hahahaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: